Beberapa tahun terakhir ini, kampus mendapatkan telepon, surat bahkan fax dari berbagai lembaga entah itu resmi atau tidak mengenai telah terpilihnya kampus kita ini atau Ketua STIEKEN Blitar untuk mendapatkan penghargaan. Mulai dari penghargaan kampus terbaik, sekolah terbaik, rektor terbaik, manajer terbaik sampai gelar aneh-aneh yang ditambahi dengan kata “terbaik”. Ini merupakan fenomena menarik karena banyak diantara mereka yang memberikan tawaran ini juga merupakan lembaga yang tidak jelas keberadaannya. Kalau kita cek melalui “simbah gugel” atau bahkan kita cek alamatnya yang tertera disitu tidak ditemukan nama lembaga penyelenggara ini. Hotel tempat penyelenggaraannya pun saat dikonfirmasi juga menyatakan tidak ada kegiatan tersebut (untuk konfirmasi jangan gunakan nomor telepon yang tertera tapi silahkan cek di 108 atau buku telepon karena biasanya telepon yang tertera palsu). Bentuk ketidakjelasan penyelenggara ini sudah pasti merupakan suatu bentuk penipuan.

Meskipun begitu ada diantara mereka yang memang benar-benar “asli” dan benar-benar melakukan kegiatan pemberian penghargaan kepada pesertanya. Rata-rata yang asli ini penyelenggaranya adalah instansi pemerintah, perusahaan atau LSM yang mendapatkan dana untuk memberikan penghargaan bagi insan Indonesia yang berprestasi. Penilaiannya juga terstruktur dan terjadwal. Yang mengikuti diminta melakukan pengisian self assessment baik secara manual atau online. Model seperti ini tidak pernah menarik sumbangan atau bahkan biaya untuk mendapatkan penghargaan, bahkan ada penyelenggara yang memberikan fasilitas transport, akomodasi dan konsumsi gratis bagi pemenangnya. Contoh yang baru-baru ini diraih STIEKEN Blitar adalah TeSCA Award 2014 yang betul-betul gratis karena didukung oleh Telkom bekerjasama dengan Dirjen Perguruan Tinggi (Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Dewan Teknologi dan Komunikasi Nasional (Detiknas), dan Asosiasi Perguruan Tinggi Ilmu Komputer (Aptikom).

Sedangkan yang memberikan penghargaan palsu rata-rata bercirikan :

  • Menarik biaya bisa berupa sumbangan atau pembelian tiket penghargaan berkisar 10 juta-100 juta
  • Parameter penilaian pemberian penghargaan tidak jelas, siapa saja bisa ikut dan masuk sebagai pemenang
  • Penawaran selalu di telepon atau fax yang menyebutkan kampus atau pimpinannya telah memenangkan penghargaan
  • Terkadang kategori yang dimenangkan tidak sesuai dengan kondisi kampus atau jabatan pimpinan
  • dan masih banyak lagi ciri-cirinya

Mengapa bisnis pemberian penghargaan ini marak akhir-akhir ini ? Karena sifat manusia adalah suka akan kebanggaan, dimana ada kebanggaan maka disitu wibawa dan harga diri merasa ikut naik.  Maka saat diinformasikan menerima penghargaan rata-rata kita tidak melakukan cek dulu kebenarannya sehingga kita mudah diperdaya.  Itulah yang “kemungkinan” melatarbelakangi orang-orang nakal dibalik pemberian penghargaan palsu ini untuk mendapatkan easy money.

Oleh karena itu, bagi para penyelenggara pemberian penghargaan palsu ini, tidak perlu mampir disini karena disini suka yang asli

[twitter style=”vertical” float=”left”]