STIEKEN News – Selama Pandemi Covid-19 yang masih mewabah tidak menyurutkan langkah dari kampus STIEKEN (Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Kesuma Negara) untuk menggelar acara Wisuda ke-14 secara luring dan daring yang sempat tertunda sebelumnya, Sabtu (10/4).

Acara ini menghadirkan para Wisudawan dan Wisudawati dari Program Studi Akuntansi dan Manajemen, untuk melaksanakan prosesi wisuda secara luring di gedung Kampus STIEKEN dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang berlaku tanpa diikuti oleh orang tua masing-masing dari peserta wisuda. Orang tua wisudawan diberikan akses untuk menyaksikan prosesi wisuda secara langsung melalui akun YouTube yang telah dibagikan kepada wisudawan.

Wisudawan Wisudawati taat protokol kesehatan

Acara ini juga dihadiri oleh Kepala LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur yaitu Bapak Prof. Dr. Ir. Suprapto, DEA yang memberikan sambutan dan pengarahannya kepada para peserta wisuda akan pentingnya hardskill dan softskill secara virtual. Selanjutnya, sambutan dilanjutkan oleh Ketua STIEKEN yaitu Bapak Iwan Setya Putra,SE.,Ak.,MM yang menekankan ucapan selamat dan semangat kepada wisudawan wisudawati bahwa mereka telah menyelesaikan Studi Sarjana S1. Selain itu, acara wisuda ini juga dihadiri oleh Wakil Gubernur Jawa Timur yaitu Bapak Dr. H. Emil Elestianto Dardak, B. Bus., M.SC yang memberikan motivasi terhadap para peserta wisuda secara virtual. Selanjutnya ada juga Guntur Pamungkas, S.M dan Mahatir Muhammad,SE yang merupakan alumni STIEKEN yang pada saat ini telah sukses berkarir dibidangnya turut memberikan motivasinya.

Kepala LLDIKTI Wilayah VII
Wakil Gubernur Jawa Timur Memberikan Motivasi

Tidak lupa pula terdapat penyerahan penghargaan kepada wisudawan dengan IPK Terbaik dari Prodi Akuntansi dan Manajemen. Terbaik pertama dari prodi akuntansi di raih oleh Dewi Agustya Ningsih dengan IPK 3,65 dan terbaik pertama dari prodi manajemen di raih oleh Khairunnisa’ Umi Azizah meraih IPK 3,88.

Penyelenggaraan wisuda tahun ini memiliki kesan tersendiri bagi wisudawan, purna Ketua Senat Mahasiswa yang akrab disapa Fiki dan juga wisudawati tahun ini menyampaikan kesan tersendiri atas pelaksanaan wisuda kombinasi daring dan luring ini. “Rasanya beda wisuda saya, orang tua tidak ada. Ini harus langsung pulang, tidak boleh lama-lama. Perayaan yang minim menurut saya. Tapi saya sangat terimakasih kepada STIEKEN telah berusaha membuat wisuda saya terlaksana walaupun dilaksanakan secara luring.”

Selamat Kepada wisudawan wisudawati STIEKEN Blitar semoga selalu berkontribusi nyata bagi negeri. (Humas STIEKEN)